Oleh karena itu puasa juga bertingkat-tingkat. Menurut Nabi, puasa yang tinggi nilainya adalah puasa yang tidak diikuti dengan noda-noda dosa. “Siapa saja yang puasa sehari dengan mengharap ridha Allah, dan ia tamatkan puasanya seperti itu (hingga sebulan), maka ia akan masuk surga.”
Al Quran menyebut bulan puasa Ramadhan sebagai bulan Al Quran. Baik puasa ataupun Al Quran, kedua-duanya memberikan syafaat. Jika umat Islam yang berpuasa diberikan syafaat karena menolak makan minum dan mengekang syahwat, sedang Al Quran memberi syafaat karena Al Quran mampu menggeser waktu tidur kita lebih lambat dari biasanya.
Dalam Hadis dinyatakan, “Bacalah Al Quran, sesungguhnya Al Quran akan memberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim).
Begitu istimewanya bulan Ramadhan, sampai-sampai Allah SWT akan menghadiahi pintu surga, khusus untuk orang yang berpuasa, yaitu surga Rayyan.
“Semua amal anak Adam hanya untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Ia khusus untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya,” begitu firman Allah dalam hadist riwayat Bukhari. Wallahu a’lam. []
*
Taufiq Munir, Ketua Tim Inti Dai Internaional dan Media (TIDIM) Lembaga Dakwah NU yang ditugaskan ke Hong Kong dan Macau.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

