Cara Berbakti Kepada Ayah Melalui Shalawat

Membaca shalawat kepada Rasulullah Saw termasuk di antara amalan ibadah yang sangat besar pahalanya dan sangat banyak manfaatnya. Di antaranya adalah, ia termasuk di antara cara seseorang berbuat baik kepada orang tuanya (khususnya ayah).

Al-Imam al-Mufassir Syekh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi (w 1393 H), pengarang kitab tafsir Adhwâ`ul Bayân Fî Îdhâh al-Qur`ân Bil Qur`ân, mengatakan:

“Sesungguhnya membaca shalawat kepada Rasulullah Saw, termasuk di antara bentuk berbuat baik seseorang kepada ayahnya. Hal ini dikarenakan -sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits- terdapat malaikat khusus yang menyampaikan langsung kepada Rasulullah Saw, setiap shalawat yang dibacakan oleh seseorang.

Malaikat itu akan berkata kepada Rasulullah Saw: “Wahai Rasulullah Saw, sesungguhnya si fulan (si anu, sembari menyebutkan nama orang yang bershalawat=red) putranya si fulan (sembari menyebutkan nama ayah orang yang bershalawat tadi=red), telah membaca shalawat kepada Anda”. Baca juga…

Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi berkata kembali: “Dengan demikian, membaca shalawat kepada Rasulullah Saw merupakan di antara sebab disebutnya nama ayah seseorang di hadapan Rasulullah Saw (dan tentu ini merupakan satu kebahagian tersendiri bagi seorang ayah, karena namanya disebutkan di hadapan makhluk yang paling dicintai oleh Allah, dan sosok yang sangat dinantikan syafaatnya kelak). Dan ini merupakan cara yang paling agung dan luar biasa dalam rangka seseorang berbuat baik kepada ayahnya”. Demikian penuturan Al-Imam al-Mufassir Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi.

Di antara dalil yang menjadi dasar penuturan Syaikh Muhammad asy-Syinqithi di atas adalah, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam ad-Dailamy dalam Musnad nya dengan sanad hasan, dari Abu Bakar ash-Shiddiq, Rasulullah Saw bersabda: “Perbanyaklah oleh kalian membaca shalawat kepadaku. Karena sesungguhnya Allah menugaskan satu malaikat khusus untukku di kuburanku. Apabila ada seseorang dari umatku yang membaca shalawat kepadaku, malaikat tersebut akan berkata kepadaku: “Wahai Nabi Muhammad Saw, sesungguhnya si fulan putra si fulan telah bershalawat kepadamu barusan”. Baca juga…

Hadits tersebut juga disampaikan oleh Amîrul Muhadditsîn, al-Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalany (w 852 H) dalam kitabnya al-Mathâlib al-‘Âliyah Bi Zawâ`id al-Masânîd ats-Tsamâniyah (13/780); juga oleh al-Imam Syamsuddîn as-Sakhâwy (w 902 H) dalam kitabnya: al-Qaul al-Badî’ Fis Shalâti ‘Alal Habîb asy-Syafî’ (hal. 161); juga dikutip oleh al-Imam Jalâluddîn as-Suyûthi (w 911 H) dalam kitabnya: al-Fath al-Kabîr Fî Dhammi az-Ziyâdah Ilâ al-Jâmi’ ash-Shaghîr (1/211).

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu dan banyak bershalawat kepada Rasulullah Saw. Karena selain pahalanya sangat besar, manfaatnya sangat banyak, juga karena ia termasuk di antara cara kita berbuat baik dan membahagiakan orang tua, khususnya ayah. Sehingga dengannya nama ayah kita akan disebutkan oleh malaikat khusus langsung di hadapan Rasulullah Saw, âmîn yâ rabbal ‘âlamîn.

Oleh: Dr. Aep Saepulloh Darusmanwiati

#shalawat #rasulullah #ayah

Rekomendasi
Komentar
Loading...