Abdul Latif: Berbisnis Adalah Jihad Dalam Bidang Ekonomi

Sudah banyak usaha yang dilakukan namun dirinya tidak kunjung makmur

Pada tahun 2010, lulusan S2 UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini ditawari bisnis pengisian nitrogren di beberapa SPBU oleh kawannya. Saat itu Latif sedang tidak berminat kembali dalam dunia usaha. Bahkan sempat memicingkan mata, karena tidak yakin tawaran bisnis yang datang akan berjalan bagus.

Ia putuskan untuk mencoba bisnis sekali lagi. “Alhamdulillah, justru inilah bisnis yang paling langgeng. Sudah berjalan sepuluh tahun dan ada tujuh puluh lima orang yang bekerja di pengisian nitrogen untuk kendaraan roda 4 dan roda 2,” terangnya.

Ust. H. Abdul Latif bersama keluarga.

Sejak 2015 Latif mengembangkan usaha baru yang bergerak di bidang penyediaan alat bantu untuk menghafal quran. Produk yang dikeluarkan antara lain aplikasi yang telah tersedia di Android dan iOS, buku, speaker, training dan stand al-Quran. Usaha yang ia namakan dengan HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan), kini memiliki 6 orang karyawan.

Latif mengibaratkan penghafal al-Quran yang bertemu HATAM, bagaikan bensin bertemu api. HATAM memudahkan siapa saja dalam menghafal al-Quran. HATAM menjadi solusi tahfidz di masa Covid.

Kini HATAM telah bergabung dengan TQNMart, Jaringan Bisnis Online Terpadu. Latif sangat merespon positif usaha TQNNews menjadi jembatan sinerji antar ikhwan TQN.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi