Abah Anom dan Pembinaan Korban Narkoba
Metoda dari Abah Anom dengan zikrullah merupakan cara yang mujarab
Para tamu Abah Anom tidak terbatas dari satu kalangan saja, tetapi hampir semua kalangan dan semua lapisan masyarakat. Banyak yang keluarganya terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba ini. Ada keluarga artis, keluarga pejabat, pengusaha, bahkan keluarga ulama sekalipun tidak luput dari serangan dan godaan narkoba.
Para orang tua dan keluarga korban narkoba ini pada akhirnya belajar zikir, menjadi murid Abah Anom. Dan sekembalinya dari Suryalaya rata-rata menjadi berubah dalam memandang dan menyikapi keluarga, antara ayah dan anak, suami dan istri. Ada kedekatan semacam tali gaib yang mengikat di antara mereka, tidak sebatas pertalian darah keluarga, jadi lebih akrab.
Kondisi seperti ini sangat membantu pemulihan kesadaran si korban. Apalagi bila dibantu dengan do’a dan zikir sang ayah atau ibu, maka tingkat penyembuhannya lebih cepat.
Melihat kenyataan seperti ini, kami menduga bahwa barangkali narkoba ini memang merupakan salah satu penyakit akhir zaman (wabah/tha’un). Bagaimana tidak disebut wabah kalau narkoba ini menjangkiti semua kalangan, tua muda, laki-laki, perempuan, tidak terbatas kaya atau miskin, dan juga menular.
Alhamdulillah Abah Anom memberikan obatnya, yaitu zikrullah dan itulah cahaya Islam yang diwarisi dari Rasulullah Saw, para sahabat, para wali, dari Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs, dari Syekh Ahmad Khatib Sambas ra, dari Syekh Tholhah ra, ke Abah Sepuh, dan ke Abah Anom, dan Insya Allah akan selalu ada sepanjang zaman.
Baca juga: Kepsek Nyerah, Sekolah Jadi Sarang Narkoba, Siswa Kesurupan Massal, Hingga Akhirnya TQN Datang
Abah Anom mengatakan dalam buku Beliau, Miftahus Shudur, “adapun para Syekh yang arif itu membantu muridnya yang sedang belajar zikir untuk menundukkan dan mengalahkan hawa nafsunya. Nafsu itu pada peringkat awal mendorong kepada kejahatan, kebanyakan mendorong kepada kesenangan pribadi dan syahwat nalurinya saja.
Sedangkan zikir itu memerangi dan menerangi seperti pelita yang menerangi ruang yang gelap, kemudian menjinakkan nafsu tercela tersebut hingga melemah. Apabila sudah demikian maka akan timbul keinsyafan akan dosa-dosa dan kesalahan yang telah dibuat, dan timbul keinginan memperbaikinya dengan cara berbuat kebaikan yang diperintahkan Allah Swt, dan tidak ingin melakukan apa yang dilarang oleh-Nya.
Kata Abah,”Itulah salah satu hikmah zikrullah.”
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

