Abah Anom dan Pembinaan Korban Narkoba

Metoda dari Abah Anom dengan zikrullah merupakan cara yang mujarab

Suatu saat kami bertanya kepada Pangersa Abah Anom, mengapa Abah bersedia bersusah payah mendirikan Pondok Remaja Inabah, suatu tempat yang dipakai untuk membina remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan sejenisnya. Yang waktu pertama didirikan oleh Pangersa Abah Anom sekitar tahun 1970-an atau 45 tahun yang lalu.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Pangersa Abah. Bahwa para remaja tersebut merupakan korban. Karena salah pergaulan, karena tiadanya pengawasan dan perhatian dari orang tua dan sebagainya. Jadi sudah selayaknya mereka ditolong, dibina dan disembuhkan. Bahkan dijadikan sebagai jembatan emas bagi para orang tuanya dan masyarakat di sekitarnya sehingga bisa mengenal Suryalaya, bisa mengamalkan zikrullah, dan akhirnya mampu membawa sang anak kembali ke jalan yang benar. Dalam suasana kekeluargaan yang Islami, saling menghargai antara ayah dan anak, suami dan istri, semuanya dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanpa merasa terpaksa, tapi timbul dari dirinya masing-masing.

Itulah alasan Pangersa Abah bersusah payah membina remaja korban penyalahgunaan narkoba, dan dibina di satu tempat yang diberi nama oleh Abah Anom, Pondok Remaja Inabah.

Apa yang dikatakan Abah Anom ternyata benar. Banyak sekali tamu yang datang ke Suryalaya dengan niat ingin membina putra-putrinya. Ada yang sudah terlanjur terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba ataupun baru sebatas mengkhawatirkan takut terjerumus.

Baca juga: Abah Anom, Inabah dan Pembangunan Nasional

Hampir rata-rata dari para orang tua ini mendapat keyakinan bahwa metoda dari Abah Anom dengan zikrullah merupakan cara yang mujarab dalam pembinaan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Yang sekaligus juga sebagai cara membina ketaqwaan dari seluruh anggota keluarga. Itulah cara yang paling ampuh dan benar-benar sesuai ajaran Islam, meningkatkan ketaqwaan setiap orang.

Dalam pengobatan secara medis, biasanya si pasien dikendalikan keinginannya untuk menggunakan obat. Dengan cara pengurangan jumlah obat secara bertahap, hingga mencapai kondisi pemberian nol, atau tidak diberikan obat sama sekali.

Hal itu memerlukan jangka waktu pengobatan yang cukup lama serta biaya yang mahal. Karena harus menyediakan sejumlah obat, dan itu jelas mahal biayanya. Pada pengobatan dengan metode zikrullah dari Suryalaya, pasien sama sekali distop menggunakan obat secara langsung. Artinya begitu mulai dibina, maka pasien sudah langsung dihindarkan dari obat sekaligus.

Sayangnya saat ini metode pembinaan dengan metode zikrullah dari Pondok Pesantren Suryalaya ini sudah agak kurang diperhatikan oleh pemerintah. Alasannya tidak diketahui, tapi yang jelas saat ini tidak terlalu sering terdengar pembahasan hal ini muncul di media, apakah kurang dukungan dari pemerintah atau bagaimana.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi