Fanatisme Yang Dilarang dalam Islam

Fanatik sehat tak buta, tetap adil, dan tak merendahkan keyakinan orang lain

Pernahkan Anda melihat orang yang fanatik? Atau bahkan bisa jadi Anda salah satunya. Apakah itu sesuatu yang positif atau justru negatif?

Ketika mendengar kata fanatik saja, bisa ragam kesan orang terhadapnya. Sikap fanatik juga demikian, tak jarang ia dicela. Tetapi celaan itu bisa jadi tepat, tapi bisa juga tidak.

Fanatik dalam KBBI ialah teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap ajaran (politik, agama dan sebagainya). Sebenarnya sifat ini bila menghiasi diri seseorang dalam agama dan keyakinannya dapat dibenarkan, bahkan terpuji.

Tetapi, kepercayaan dan keyakinan yang kuat itu juga bisa menjadi tercela, jika sikap fanatiknya itu mendorongnya untuk melecehkan orang lain.

Fanatik yang tercela itu membuat seseorang tidak lagi bisa menghargai pilihan orang lain bahkan hendak merebut hak mereka yang menganut ajaran, kepercayaan atau pendapat yang dipilihnya itu.

Meyakini ajaran Islam, kemudian konsisten serta berpegang teguh padanya memang dituntut bagi setiap muslim. Namun di saat yang sama al Qur’an sebagai pedoman umat Islam menyatakan: “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. al Kafirun: 6).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi