Yusuf Muhammad, Figur di Balik Pendidikan Karakter Telkom

Banyak pihak merasa penting untuk mengembangkan konsep pendidikan karakter

TQNN: “Menurut Bapak, apa faktor utama keberhasilan program pendidikan karakter?”

YM: “Pembentukan Karakter dan Budaya memerlukan 3 pilar utama agar berhasil; Pendidikan, Pembiasaan dan Peneladanan.”

TQNN: “Apakah mungkin pendidikan karakter terlepas dari pendekatan tasawuf? Mengapa?”

YM: “Poros karakter itu qalbu dan pendidikan qalbu merupakan ranah tasawuf, sehingga pembentukan dan pengembangan karakter termasuk memperbaiki karakter mutlak memerlukan pendekatan tasawuf.”

TQNN: “Bagaimana hasil dari program pendidikan karakter di Telkom sejauh ini?”

YM: “Pendidikan karakter di Telkom dilakukan dalam rangka membangun budaya perusahaan. Mengukur budaya perusahaan salah satunya dengan mengukur entropi budaya, yaitu sejauh mana perusahaan itu terpaksa membuang energi untuk hal-hal yang kontra produktif. Semakin besar Entropi budaya perusahaan maka menunjukkan perusahaan tidak sehat dan begitu pula sebaliknya. Perusahaan dikatakan sehat budayanya jika memiliki indeks 10 persen. Al Hamdu Lillah hasil suvey terakhir Juli 2015, entropi budaya perusahaan Telkom 9 persen sehingga termasuk perusahaan yang sangat sehat budaya perusahaannya.”

TQNN: “Era Presiden Jokowi, Revolusi Mental menjadi landasan utama untuk keberhasilan NAWACITA. Menurut Bapak sudah sejauh mana berjalan?”


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi