Waspada! Dua Hal Ini Membawa Laknat

Siapa sih yang ingin mendapatkan laknat dari Allah Swt. Karena orang yang mendapat laknat jauh dari Rahmat Allah. Kalau jauh dan terdepak dari rahmat-Nya tentu hidup akan penuh siksa dan sengsara baik di dunia dan akhirat.

اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ. قَالُوا : وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ، أَوْ فِي ظِلِّهِمْ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: waspadalah terhadap dua hal yang membawa laknat. Mereka bertanya: apa dua hal yang menyebabkan laknat itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: yang buang air di jalan yang dilalui orang-orang atau di tempat orang beristirahat (berteduh). (HR. Muslim)

Hadis ini bicara tentang larangan buang hajat (bab/berak atau bak/kencing) di jalan yang biasa dipakai lalu lalang orang atau tempat yang digunakan untuk berteduh atau beristirahat. Alasannya karena bisa mengganggu orang lain. Bisa membuat orang lain terkena najis dan terusik kenyamanannnya. Hal itu juga bisa menimbulkan bau busuk, menyebabkan lingkungan kotor, serta mengundang penyakit.

Baca juga: Lima Jenis Ulama, Yang Kelima Paling Buruk

Dalam riwayat lain, Nabi Saw bersabda,

اتَّقُوا الْمَلَاعِنَ الثَّلَاثَ . قِيلَ : مَا الْمَلَاعِنُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : أَنْ يَقْعُدَ أَحَدُكُمْ فِي ظِلٍّ يُسْتَظَلُّ فِيهِ، أَوْ فِي طَرِيقٍ، أَوْ فِي نَقْعِ مَاء

Takutlah kamu dari tiga perbuatan yang dilaknat. Nabi ditanya: perbuatan apa yang menimbulkan laknat wahai Rasulullah? Nabi menjawab, salah satu dari kalian buang air di tempat yang digunakan berteduh, atau di jalan atau di genangan air. (HR. Ahmad)

Laknat datang lantaran tidak menjaga etika saat membuang kotoran. Islam amat menekankan kebersihan lingkungan. Sehingga perbuatan yang bisa menyebabkan gangguan pada orang lain dan merusak kebersihan lingkungan amat dicelanya.

Jika buang air sembarangan yang bisa mengotori lingkungan dan menimbulkan gangguan bagi orang lain saja bisa mendapat laknat, maka itu juga bisa berlaku pada perbuatan yang semisal atau lebih dari itu.

Membuang limbah atau sampah plastik ke sungai atau laut bisa merusak ekosistem dan mengancam kesehatan umat manusia. Menebang hutan atau pohon secara sembarangan juga menyebabkan banjir dan kerusakan lingkungan. Begitu juga kegiatan lain yang bisa merusak bumi dan membawa manusia dalam penderitaan.

Baca juga: Akibat Membuat Orang Lain Susah

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah Saw bersabda,

من قطع سدرة صوّب الله رأسه في النار

Siapa yang memotong pohon, Allah akan mengarahkan kepalanya ke neraka.

Abu Dawud ditanya perihal makna hadits tersebut, beliau pun berkata,

من قطع سدرة في فلاة يستظل بها ابن السبيل والبهائم عبثاً وظلماً بغير حق يكون له فيها، صوب الله رأسه في النار

Siapa yang memotong pohon sidrah (bidara besar) di hutan belantara (tanah luas) yang berteduh di bawahnya musafir dan hewan-hewan karena sembrono dan semena-mena (dzalim), Allah akan menghadapkan wajahnya ke neraka.

Kata kuncinya ialah pada kezaliman. Siapa yang menebang pohon secara zalim, atau membuang sampah atau kotoran secara zalim bisa mengantar pada laknat dan siksa neraka.

Baca juga: Mengapa al-Quran Melaknat Pembacanya

Islam hadir untuk mengatur manusia agar senantiasa memelihara kebersihan, kesehatan, serta pemeliharaan lingkungan. Itu sebabnya orang yang mengabaikan kebersihan dan keseimbangan lingkungan diancamnya dengan keras.

Rekomendasi