Tradisi Mengenang Guru dalam TQN Pontren Suryalaya

Guru dalam Islam memiliki kedudukan yang amat tinggi dan terhormat

Demikian juga al fatihah dibacakan untuk orang tua serta leluhur yang merupakan guru dalam keluarga, serta segenap kaum muslimin, muslimat, mukminin dan mukminat baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Ikhwan akhwat TQN Pontren Suryalaya dibiasakan untuk mengenang dan mendoakan guru-guru baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Baca juga: Pangersa Uwa Zezen Ungkap Rahasia Mendapat Ilmu Laduni

Bahkan, dalam khataman mengirimkan al fatihah untuk leluhur para nabi, rasul serta malaikat, syuhada, shalihin beserta seluruh keluarga dan para sahabat juga terkhusus bapaknya Manusia, Nabi Adam dan Ibunda Siti Hawa serta anak dan cucu keturunannya sampai hari kiamat.

Al fatihah juga ditujukan untuk arwah para pembesar, para imam dan khulafa’urrasyidin sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali serta seluruh sahabat dan kerabat dan juga tabi’in dan tabi’uttabiin serta yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Mereka lah para ulama guru-guru yang meneruskan perjuangan Rasulullah Saw.

Begitu hormatnya kepada ahli ilmu, Abah Sepuh dan Abah Anom juga mengajarkan muridnya untuk mengirimkan al fatihah secara khusus kepada para Imam Mujtahid dan pengikutnya, ulama ar rasyidin, para qari (ahli qira’at) al mukhlisin, ahli tafsir, ahli hadits dan seluruh pembesar sufi yang hakiki, serta setiap wali Allah baik laki-laki dan perempuan. Begitu juga dengan setiap muslim dan muslimah di seluruh penjuru bumi.

Karena menyebutkan nama orang shalih itu mengundang rahmat Allah, maka ada nama-nama yang disebutkan secara khusus ketika mengirimkan al fatihan kepada ahli silsilah TQN di antaranya Syekh Abdul Qadir al Jailani, Syekh Junaid al Baghdadi, Syekh Ma’ruf al Karkhi, Syekh Sirris Saqathi, Syekh Habibil ‘Ajami, Syekh Hasan Bashri, Syekh Ja’far as Shadiq, Syekh Yusuf al Hamdani, Syekh Abi Yazid al Bushtami, Syekh Syah Baha’uddin an Naqsyabandi, Imam Rabbani, Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, dan Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin juga semua guru yang menjadi sumber mereka (ushul) dan cabang-cabangnya (furu’) dan juga semua yang mengambil berkah dari mereka.

Baca juga: TQN Pontren Suryalaya Tarekat Produktif


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi