Pangersa Uwa Zezen Ungkap Rahasia Mendapat Ilmu Laduni

Orang yang mendapatkan ilmu laduni bukanlah berarti orang yang tidak belajar lalu menguasai aneka ilmu keislaman. KH. Zezen Zainal Abidin tidak sependapat dengan anggapan bahwa ilmu laduni diperoleh tanpa belajar sama sekali, tidak ngaji atau tidak pesantren.

Justru wakil talqin Abah Anom itu memberi gambaran bahwa orang yang mendapat ilmu laduni itu belajar seperti biasa sebagaimana para pencari ilmu.

“Laduni itu, orang yang belajar, seperti biasanya orang yang mencari ilmu, lalu ia memanfaatkan ilmunya, mengamalkan ilmunya, mendakwahkan Islam, menegakkan syariah Islam, membina umat agar bertaqwa. Tetapi ternyata ilmu yang dia miliki tidak cukup untuk itu. Allah Maha Tahu, Allah sudah mengukur bahwa dia punya semangat tinggi, pengabdian tinggi, tetapi ilmunya terbatas. Maka dia dilimpahi ilmu oleh Allah,” ucap Ajengan Zezen.

Pangersa Uwa Zezen juga berpandangan bahwa setiap orang yang bertaqwa pasti akan mendapatkan ilmu laduni atau limpahan ilmu dari Allah Swt. Sebenarnya pandangan tersebut sesuai dengan firman Allah Swt.

وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Baqarah: 282).

Dari sini bisa dipahami, bahwa ilmu laduni diperoleh apabila kita memanfaatkan ilmu tersebut untuk kebaikan orang banyak. Bukan ilmu untuk sekadar dikuasai tapi tidak bermanfaat.

Pendiri pesantren Az Zainiyyah ini menilai bahwa ilmu laduni bisa menjadi solusi bagi aneka problematika yang ada di dalam negeri. Beliau mencontohkan bagaimana Nabi Yusuf bisa menyelesaikan masa paceklik di Mesir berdasarkan ilmu dari Allah Swt karena ketawaannya.

Ulama asal Sukabumi tersebut menegaskan bahwa untuk menyelesaikan keterpurukan atau pun ketertinggalan umat tidak cukup hanya dengan kemampuan rasio, sains dan teknologi saja.

“Silahkan berpikir dengan ilmu, sains, dan teknologinya masing-masing untuk melepaskan bangsa ini, masyarakat ini dari keadaan keterpurukan seperti ini. Tapi mohon maaf jangan sombong. Tidak cukup hanya dengan kemampuan rasio, sains dan teknologi saja. Ketaqwaan, buktikan ketaqwaan,” jelas kiyai yang semasa hidup menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukabumi tersebut.

Pangersa Uwa mengajak agar kita semua berjuang. Agar diri kita, keluarga kita, umat kita menjadi manusia yang bertaqwa.

“Karena bilamana sudah bertaqwa, Allah akan limpahkan ilmu untuk mengeluarkan diri sendiri dan masyarakat dari segala keterpurukan,” pungkas ulama yang digelari Abah Anom dengan Bazul Asyhab tersebut.

Rekomendasi