Tasawuf dan Resiliensi Terhadap Stres
Tasawuf tingkatkan resiliensi, bantu atasi stres dengan sikap pasrah pada Allah
Tasawuf Meningkatkan Resiliensi
Sejak awal disebutkan bahwa stres adalah persepsi psikologis maupun fisiologis seseorang ketika menghadapi tekanan atau situasi yang tidak diinginkan.
Seorang Sufi besar Ibnu Athaillah As Sakandary misalnya selalu menekankan agar berpegang teguh kepada Allah bukan berpegangan atau bergantung kepada selain-Nya seperti mengandalkan amal, usaha atau pun aktivitas yang dilakukan.
“Di antara tanda sikap mengandalkan amal ialah berkurangnya harapan (kepada Allah) ketika ada kesalahan.”
Seorang Sufi tidak pernah menggantungkan dirinya pada usaha, amalan, situasi maupun kondisi. Sehingga secara persepsi, dalam menghadapi apapun ia tidak terjebak untuk mengandalkan kemampuan dirinya.
Seorang sufi juga meyakini bahwa tidaklah jatuh daun dari dahannya kecuali semua itu atas izin-Nya.
Karena penyerahan diri, ketergantungan, harapan dan sangka baiknya kepada Allah Swt. Doktrin ihsan yang seakan melihat Allah dalam setiap aktivitasnya (musyahadah) atau pun merasa dilihat dan diawasi-Nya (muraqabah) melahirkan respon yang positif dan konstruktif.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

