Tanbih dan Prinsip Hak Asasi Manusia

Nabi Muhammad ajarkan hak asasi manusia; persamaan dan kebebasan tanpa paksaan

Sayyidina Abu Bakar, Umar dan sahabat yang lain menundukkan kepala, matanya mulai berkaca-kaca, jantungnya berdetak kencang. Suasana hati bagaikan akan ditinggal kekasih untuk selama-lamanya, tergambar ingatan indah bersama Rasulullah Saw.

Nabi melanjutkan pidatonya dengan suaranya yang tenang dengan kewibawaan yang penuh.

“Wahai manusia. Sesungguhnya darahmu, kehormatanmu, dan harta milikmu adalah suci dan mulia, sebagaimana suci dan mulianya hari ini di bulan yang mulia ini. (sehingga tak seorang pun boleh merenggut, melukai, atau merampasnya).”

“Ketahuilah, sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak berlaku lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan yang tercela (seperti pembunuhan, dendam dsb) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya salah dan buruk dan tidak boleh berlaku lagi, untuk selama-lamanya.”

Apa yang Nabi sampaikan menjadi bukti dan landasan bahwa persaudaraan kemanusiaan harus terpelihara, dan itu jadi amanat penting yang beliau sampaikan di penghujung akhir hayatnya.

Hak Asasi Manusia Yang Harus Dipelihara

Siapa saja yang mendalami syariat Islam akan dengan mudah mendapati, bahwa tujuan-tujuan pokok ajaran Islam (maqashid asy Syariah) dengan jelas merefleksikan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia yang harus dipelihara, yakni jiwa, agama, akal, harta dan keluarga (keturunan).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi