Semua Thariqah Menggunakan Satu Metode

Yakni mujahadatun nafs (berjuang melawan diri) dan menolak setiap ajakannya

Adapun golongan jiwa yang kedua Nafs Lawwamah ialah dia mencela hal yang baik dan yang buruk. Jiwanya tidak sabar menghadapi suka dan duka. Dirinya menyesali apa yang telah berlalu, dan mencelanya.

Dia berkata, “seandainya saya begini (melakukan ini) atau seandainya saya tidak begini (berbuat itu).” Dialah an nafs al fajirah al madzmumah (jiwa durhaka yang tercela).

Jiwanya selalu menyesal baik melakukan kebaikan atau keburukan. Ketika berbuat baik, dia akan berkata: kalau saja saya tambah (perbuatan baik itu). Ketika berbuat buruk, dia berucap: kalau saja tidak saya lakukan (perbuatan buruk itu).

Baca juga: Tanpa Thariqah Agama Seseorang Tidak Sempurna

Golongan ini jiwanya akan menyesal di akhirat karena kelalaiannya. Jiwa macam ini seperti sumpah Allah yang disebutkan dalam ayat berikut:

وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ

Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri). [Surah Al-Qiyāmah: 2]

Adapun Nafs Ammarah sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an, hikayah tentang Nabi Yusuf as, ketika beliau berkata:


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi