Sebagaimana Ilmu Tajwid, Ilmu Tasawuf Tidak Bisa Dipelajari Otodidak
Mereka melakukan istinbath dengan setiap hukum dari Al Qur'an dan Sunnah
Syekh Ali Jum’ah menjelaskan, mereka lah ulama ilmu (fan) ini. Begitu juga dengan ilmu tasawuf, ilmu yang dikembangkan oleh para ulama tasawuf sejak zaman Al-Junayd sejak abad keempat hingga saat ini.
Dengan kalimat lain, ilmu tasawuf sebagaimana halnya ilmu tajwid tidak bisa dipelajari sendiri secara otodidak dengan merujuk langsung kepada Al Qur’an dan Sunnah. Melainkan setiap fan ilmu itu ada pakar dan ulamanya yang menjadi rujukan. Setiap fan ilmu juga punya istilah-istilah ilmu khasnya sendiri. Tidak lain, ulama hadir untuk menjaga agama dari kesesatan dan penyelewengan serta memudahkan umat mengamalkan ajaran agamanya.
Jika tidak ada yang mengingkari adanya ilmu tajwid, maka lazimnya ilmu tasawuf pun tidak boleh diingkari apalagi dianggap sebagai penyusup dalam agama. Sebagaimana keberadaan ilmu-ilmu lain yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al Qur’an seperti tauhid, fiqih, ushul fiqih, ushul hadis, ilmu tafsir dan lain sebagainya.
Syekh Ali Jum’ah menjelaskan, bahwa ketika moral manusia menjadi kian rusak seiring berjalannya waktu, muncul beberapa tarekat sufi yang rusak. Orang-orang jadi melekat pada format tarekat yang bertentangan dengan agama Allah. Akhirnya orang-orang (keliru) membayangkan bahwa ini adalah tasawuf. Maka Allah Swt akan membela tasawuf dan para penganutnya dan akan melindungi mereka dengan kekuatan-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt:
Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.(Al-Hajj: 38). []
#tasawuf #tajwid #fiqih
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

