Sambutan Pangersa Abah Anom dalam Upgrading Tahun 1976
Bahwa dunia ini harus dijadikan tempat penggalian yaitu menggali kebahagiaan
Saudara-saudara Mubaligh yang saya cintai. Kesimpulan ayat di atas, jelas dan gamblang bahwa agama adalah pegangan yang harus yakin untuk menggali kemajuan-kemajuan untuk bahagia dunia dan akhirat, hanya syaratnya harus benar-benar itikadnya dan harus nampak amal salehnya dan jauh dari kemauan-kemauan yang keji dan keinginan-keinginan yang buruk selalu jadi kericuhan dan keributan sehingga kacau di tengah-tengah masyarakat.
Oleh karena itu para Mubaligh haruslah hati-hati, harus berani mengoreksi diri, untuk membangun kemajuan bersama, baik secara ucapan, maupun kelakuan, terutama dalam rangka menjalankan tugas tablighnya, jangan sekali-kali kiranya menyinggung orang lain, sehingga dijauhi mereka. Sekalipun dengan orang yang bukan seagama, kita harus teliti, dengan cara yang lemah lembut, berlaku sopan santun, kuat dan tabah menghadapi suasana, lapang dada dan menyatakan toleransinya, mencerminkan hati yang teguh iman tauhidnya, yang selalu bergerak dzikrullah dalam qalbunya, menyorot menyinari wajah yang menampakkan senyuman dengan penuh kasih sayang, cinta kepada sesama makhluk Allah, berani mengulurkan tangan untuk maaf memaafkan, dan suka menghargai orang lain.
Semoga di bumi Indonesia ini, yang memeluk agama Islam khususnya Mubalighin/ Mubalighat, dapat kiranya melakukan sebagaimana orang-orang yang berakhlak tinggi dan orang yang berbudi luhur, untuk kepentingan bangsa dan kepentingan negara kita. []
Sumber: Majalah Sinthoris
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

