Keempat, adalah ketika kita didzolimi kita berbalik membalasnya dengan kasih-sayang. Ego dan amarah telah lenyap. Nafsu telah tunduk pada qalbu dan akal yang telah bersih dan tersinari cahaya ilahiah. Inilah level para kekasih Allah (waliyullah). Syaikh Ibn ‘Ataillah menyebutnya dengan level ash-shiddiqin ar-ruhama’. “Berpasrah dirilah kepada Allah. Sesugguhnya Allah mencintai orang-orang yang pasrah.” (QS Ali Imran: 159).
Jadi, sabar itu tak ada batasnya. Yang terbatas adalah kemampuan kita untuk bersabar, tergantung pada seberapa tangguh kita mengendalikan keinginan-keinginan nafsu. Dari empat tingkatan sabar itu, sudah dimanakah kita? []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

