Restu Orangtua adalah Awal Tarekat

Allah sangat mencintai hamba yang berbakti kepada ibu-bapaknya

Malam itu udara sangat dingin. Aku memegang teko itu dengan tanganku. Ketika ibuku bangun, beliau pun minum lalu mendoakanku. Ketika beliau mengetahui tanganku menggigil memegang teko itu, dia bertanya.

“Mengapa tak kau letakkan saja teko itu?”

“Aku takut, saat ibu bangun aku tidak ada di samping ibu,” jawabku.

“Biarkan pintu itu terbuka separuh,” pinta ibuku.

Aku pun berjaga sepanjang malam untuk memastikan pintu kamar ibuku tetap terbuka separuh. Aku tidak boleh mengabaikan perintahnya. Saat fajar, apa yang selama ini aku cari-cari itu pun masuk melalu pintu itu.

Hikmah
Kisah awal perjalanan ruhani Abu Yazid al-Bistami ini mengajarkan, jalan ruhani (tarekat) itu harus dimulai dari rumah kita sendiri, yakni restu kedua orangtua khususnya Ibu. Tarekat itu adalah jalan mencari ridha Allah, sementara ridha Allah itu, seperti dinesehatkan junjungan Nabi SAW, terletak pada ridha kedua orangtua. Tarekat itu adalah jalan untuk meraih cinta Allah, sementara Allah sangat mencintai hamba yang berbakti kepada ibu-bapaknya.

Ibnu Mas’ud meriwayatkan, “Aku bertanya kepada Nabi SAW, ‘manakah amalan yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab, ‘shalat tepat waktu’, Lalu apa lagi? Beliau menjawab, ‘berbakti kepada orangtua.’ Aku bertanya, lalu apa lagi? Beliau menjawab, ‘’berjihad di jalan Allah’.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Tareket adalah jalan mencari keselamatan di akherat, sementara surga-neraka itu berada dalam genggaman ibu-bapak.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi