Ramadhan Bulan Moderasi
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang relijius sekaligus sufistik
Makna lain dari kata washat adalah adil. Sebab hanya yang adil lah yang bisa melakukan keseimbangan dan pantas menjadi teladan dan orang pilihan.
Sebaik-baik hal adalah pertengahannya.
Washat juga artinya baik. Ibnu Al Atsir berkata bahwa setiap sifat terpuji memiliki dua sisi atau ujung yang tercela. Seperti sifat dermawan yang merupakan pertengahan antara kikir dan boros, serta berani adalah pertengahan antara takut dan sembrono.
Secara substansi, ajaran Islam juga bersifat pertengahan atau moderat, baik itu menyangkut aqidah, syariah maupun akhlak. Dalam pengamalan ajarannya pun demikian tidak ekstrem, tidak ifrath (berlebihan-lebihan dalam agama) juga tidak tafrith (mengurangi ajaran agama).
Wahai manusia, hindarilah sikap berlebihan (melampaui batas) dalam beragama, sebab umat umat terdahulu binasa karena sikap melampaui batas dalam beragama. (HR. Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas).
Ciri dari sikap ghuluw biasanya ditandai dengan fanatik buta dan berlebihan sehingga merasa paling benar, mudah menyalahkan orang lain, membid’ahkan, menilai orang lain sesat, mengkafirkan orang lain, cenderung berprasangka buruk dan mempersulit. Bahkan hingga sampai menghalalkan darah saudaranya sendiri wal ‘iyadzu billah.
Karena itu moderasi beragama di Indonesia bukan hanya persoalan individu atau pun kelompok tertentu, tetapi urusan kita bersama. Sebab dampak dari pandangan keagamaan yang ekstrem bisa menimbulkan aksi ekstremisme yang bisa mencederai keharmonisan dan keselamatan jiwa.
Ramadhan Bulan Moderasi
Jika di selain bulan Ramadhan, manusia sering memperturutkan hawa nafsu dan mengabaikan hati nurani yang mengajak pada kesucian, maka puasa Ramadhan melatih diri untuk mampu mengendalikan diri dan mengelola hawa nafsu secara seimbang dan tidak ekstrem.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

