Rahmat Kemerdekaan

Perjuangan kita sebagai bangsa untuk merdeka sungguh perjuangan yang sangat lama

Nasionalisme Religius

Dalam mengisi dan menentukan masa depan bangsa, nilai-nilai kepahlawanan para pejuang kemerdekaan, hendaknya tetap dilestarikan dan diaktualisasikan dalam bentuk perjuangan untuk mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan kita secara lebih adil dan beradab.

Nilai perjuangan tersebut hendaknya dijadikan semangat moral baru, karena ternyata nilai-nilai kebangsaan yang didasarkan pada materialisme tidak mampu menjadi perekat persatuan yang kokoh dan juga dalam mensejahterakan bangsa. Untuk ini perlu dikembangkan semangat nilai keagamaan yang lebih inklusif sesuai dengan realitas kemajemukan bangsa Indonesia. Aktualisasi nilai tersebut sangat relevan dengan ruh dan spirit “Atas berkat rahmat Allah”.

Memang negara ini bukan negara agama (Islam), namun bukan pula negara sekuler, yang melepaskan dan memisahkan secara tegas urusan agama dan kenegaraan.

Dalam negara Pancasila, agama mempunyai kedudukan yang penting dan terhormat dalam konstitusi negara, sehingga keberadaan agama dengan seperangkat nilai-nilainya merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semua penganut agama mempunyai hak yang sama untuk berkreasi dalam mewarnai nilai-nilai kebangsaan, sebagai pijakan dan perekat kebersamaan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Selama ini adalah hanya menjadikan agama sebagai atribut formal yang menonjolkan semangat ibadah mahdhah saja, namun mengabaikan ajaran agama sebagai sumber nilai dan sistem etika atau moral yang bisa mengarah kan dan membimbing perilaku manusia jadi lebih baik dan berakal budi. Akibatnya orang hanya shalih ketika ada di masjid, tetapi tidak shalih secara sosial dan profesi.

Kesemarakan ibadah tersebut ternyata tidak menggambarkan kondisi sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam konteks muamalah. Karena itulah kita termasuk diantara negara-negara paling korup di Asia.

Sebagai negara yang netral agama, setiap agama mempunyai peluang yang sama untuk memberikan kontribusi nilai, agar menjadi bangsa ini lebih berkarakter religius. Kalau semua warga aktif memarnai budaya bangsa dengan mentransformasikan nilai-etik dan moral serta konsepsi agama, maka logikanya yang dominan adalah nilai-nilai Islam, karena ia dianut oleh mayoritas bangsa ini.

Selain itu nilai-nilai Islam memiliki watak rahmatan lil alamin, karenanya secara sunnatullah mudah diterima oleh berbagai kalangan dan bisa menyesuaikan diri (akomodatif) dengan budaya/nilai-nilai lokal.

Wujud rahmatan lil alamin dengan mengajarkan pola dakwah kultural dan persuasif, bisa hidup berdampingan dengan penganut agama lain. Sebagai bangsa yang mayoritas beragama Islam, sudah seharusnya nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin bisa mewarnai karakter masyarakat Indonesia yang majemuk.

Nilai-nilai Kebenaran itu datang dari Allah, jangan kita meragukannya. Karenanya konsepsi apapun itu namanya, selagi dia mampu membawa kemaslahatan umum dan tidak bertentangan dengan pokok syariat, perlu didukung dan dilaksanakan sebagai wujud Islam yang rahmatan lil alamin.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi