Psikologi Rehat
Jeda, hening, diam di dalam musik justru bagian penting dari musik
Sebagian manusia terjaga saat ada alarm, dan mengambil langkah yang tepat dengan segera rehat. Sebagian manusia terjaga saat ada alarm, dan lalu mengabaikannya, dan terus memaksakan diri melanjutkan kegiatan tentu dengan ragam pembenaran seperti nanggung, dikejar target, nggak ada waktu lagi. Tubuh memiliki mekanisme yang unik untuk memperoleh rehat, memberikan warning berupa sakit.
Dalam kehidupan, manusia lebih banyak diajarkan untuk giat ketimbang rehat. Wajar bila sebagian orang gagap dan gagal dalam berehat.
Rehat Fisik
Rehat fisik mungkin mudah caranya. Bang Rhoma sudah mengingatkan kita untuk santai. Anda cukup duduk, mengendurkan ketegangan urat, membiarkan peluh keluar, dan mengisi tubuh dengan nutrisi.
Rehat Pikiran
Rehat pikiran tampaknya perlu dipelajari. Banyak orang yang tubuhnya rehat namun pikirannya lelah karena tak mampu rehat. Pikiran yang lelah itu umumnya pikiran yang terdistorsi, pikiran yang membatasi, pikiran yang fokus pada hal yang di luar kendali.
Rehat Emosi
Rehat emosi pun perlu dilatih. Mereka yang lelah emosi, ternyata mengalami kelekatan dengan emosi-emosi yang tidak nyaman. Tak mudah membantu mereka untuk rehat dari emosi ini, karena mereka sudah kecanduan. Kesadaran diri diperlukan agar mereka dapat waspada , menahan diri dari godaan emosi jenis ini. Rehat emosi dapat dilakukan dengan mempersering hadirnya emosi-emosi yang menyenangkan, melepaskan beban batin, membolehkan dan mengikhlaskan peristiwa buruk terjadi di masa lalu, memaafkan, dan melanggengkan bersyukur.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

