Pengurus LDTQN Jakarta dan 5 Perwakilan Jalani Riyadhah 1825
Start hari ini teman-teman, kita memiliki riyadhah baru, riyadhah jam'iyyah
Ketua LDTQN Korwil DKI Jakarta, H. Abdul Latif, MA., menyampaikan pidato resminya usai dilantik. “LDTQN Jakarta menginduk pada LDTQN Pusat, maka apapun yang menjadi garis LDTQN Pusat itulah garis LDTQN Jakarta,” tegasnya.
Tanggung jawab yang lebih besar bukan kepada Ketum LDTQN Pusat, sebelum bertanggung jawab kepada Allah, kepada Rasulullah, kita bertanggung jawab kepada beliau (sambil menunjuk gambar Pangersa Abah Anom).
Menurut Founder Hatam ini, Syekh Mursyid akan memintai pertanggungjawaban para pengurus. Guru akan bertanya kepada kita, masing masing bidang akan ditanya. Bidang amaliah apa yang kalian lakukan? Untuk ikhwan TQN yang baru dan yang lama, bagaimana mereka agar bisa mengamalkan, mengamankan, dan melestarikan TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Kandidat Doktor Universitas PTIQ ini menuturkan bahwa menjadi pengurus LDTQN berarti sedang melaksanakan riyadhah.
“Inilah riyadhah kita. Kita sering melakukan riyadhah mungkin 40 hari. Riyadhah organisasi, riyadhah 1825 hari, karena 365 hari dikali 5. Start hari ini teman-teman, kita memiliki riyadhah baru, riyadhah jam’iyyah,” jelasnya.
Ustadz Latif Hatam ini juga menegaskan bahwa LDTQN bukan tempat mencari dunia, bahkan yang demikian akan mengalami kerugian. LDTQN adalah tempat untuk berkhidmat, karena menurutnya, khidmat memiliki peran yang luar biasa.
Tidak mungkin wushul kecuali dengan berkhidmah.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______





