Pengamal Tarekat Menghidupkan Sunnah Nabi Saw

Para pengamal tarekat adalah kelompok umat Nabi Muhammad Saw yang dekat dengan sunnah. Ikhwan akhwat TQN Pontren Suryalaya misalnya, dianjurkan untuk menjalankan praktik yang diteladankan Rasulullah Saw. Baik dari ucapan, perbuatan (akhlak tanbih), maupun meneladani ibadah beliau Saw.

قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا بُنَيَّ، إِنْ قَدَرْتَ أَنْ تُصْبِحَ وَتُمْسِيَ لَيْسَ فِي قَلْبِكَ غِشٌّ لِأَحَدٍ فَافْعَلْ. ثُمَّ قَالَ لِي : يَا  بُنَيَّ، وَذَلِكَ مِنْ سُنَّتِي، وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ

Anas bin Malik ra berkata, Rasulullah Saw berkata padaku: wahai anakku, jika kamu mampu pada pagi dan sore hari tidak ada penipuan (keinginan buruk) di qalbumu terhadap seorang pun maka lakukanlah. Kemudian, beliau kembali berkata padaku: wahai anakku, hal itu (kosongnya qalbu dari mencurangi orang lain) merupakan sunnahku. Siapa orang yang menghidupkan sunnahku maka sungguh dia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku maka dia bersamaku di surga. (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Bertarekat Bagian dari Mengamalkan al Quran dan Sunnah

Sunnah yang digambarkan oleh Rasulullah Saw adalah bersihnya qalbu dari mengkhianati, mencurangi dan melakukan penipuan atau berkehendak buruk kepada orang lain.

Orang yang mengamalkan tarekat dilatihkan dengan dzikir agar tidak ghaflah (lalai) dari mengingat Allah. Para salikin, pengamal tarekat dilatihkan untuk senantiasa membersihkan qalbu dari aneka penyakit dan kotoran agar tidak mencurangi dan mengkhianati orang lain.

Berdasarkan hadis tersebut menjaga qalbu dari kejelekan dan keburukan seperti sombong, iri, dengki, dendam, ujub, riya’, dusta, nifaq dan sifat buruk lainnya adalah sunnah Rasulullah Saw yang mesti dihidupkan.

Baca juga: Tasawuf Wujud Akhlak Sahabat- Tabiin dan Salafus Salih

Dengan demikian, bergabung dalam tarekat tertentu dalam rangka membersihkan diri dan menyucikan jiwa dari kotoran, kecurangan, dan keburukan adalah bagian dari menghidupkan sunnah Nabi Saw.

Sebagaimana janji Nabi Saw, siapa yang menghidupkan sunnahku, berarti mencintai beliau. Dan siapa yang mencintai beliau, akan bersamanya di surga kelak.

Terkait dengan menghidupkan sunnah Nabi Saw, Imam Syihabuddin as Suhrawardi berkata:

الصوفية أحيوا سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم لأنهم وفقوا في بدايتهم لرعاية أقواله، وفي وسط حالهم اقتدوا بأعماله، فأثمر لهم ذلك أن تحققوا في

نهاياتهم بأخلاقه، وتحسين الأخلاق لا يتأتى إلا بعد تزكية النفس، وطريق التزكية بالإذعان لسياسة الشرع

Baca juga: Tiga Ilmu yang Wajib Dipelajari Pengamal Tarekat

Kaum Sufi menghidupkan kembali sunnah Rasulullah Saw, karena mereka pada awalnya berhasil menjaga ucapannya, dan di tengahnya meneladani perbuatan beliau dan pada akhirnya mampu merealisasikan akhlaknya. Perbaikan akhlak hanya dapat dilakukan setelah penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), dan jalan penyucian adalah dengan tunduk pada kebijakan syariat.

Rekomendasi