Pendidikan Karakter Berbasis Tasawuf Tuntunan Syekh Mursyid
Cara mendidik itu harus menggunakan metode yang penuh hikmah dan bijaksana
Maknanya, cara mendidik itu harus menggunakan metode yang penuh hikmah dan bijaksana, tidak dengan cara yang kasar, menyinggung perasaan apalagi menyakiti orang lain.
Kedua, dalam Untaian Mutiara tertulis, “Kudu asih ka jalma nu mikangewa ka maneh.” Inilah nasehat Pangersa Abah Sepuh yang selalu dibacakan dan disimak ikhwan saat Manakib Syekh Abdul Qadir al-Jaelani (qs).
Sebuah kalimat sederhana namun syarat makna. Inilah ajaran Pangersa Abah Sepuh yang paling berat mengamalkannya.
Bagaimana tidak berat, kita disuruh menyayangi orang yang membenci kita. Jika hal di atas terjadi pada diri kita, mungkin kita akan menyerang balik bahkan membencinya.
Baca juga: Agar Buku Catatan Amal Diterima Dengan Tangan Kanan
Ada sebuah kisa tentang Pangersa Abah Sepuh. Suatu ketika ada seorang ulama yang datang ke Suryalaya dengan tujuan mendebat ajaran TQN. Menurut pandangan ulama tersebut, amaliah yang diajarkan Pangersa Abah Sepuh tidak ada landasan quran dan haditsnya.
Pangersa Abah Sepuh hanya diam dan senyum. Beliau menyimak dengan tenang, meskipun hujatan diarahkan kepadanya.
Setelah ulama tersebut pulang, Pangersa Abah Sepuh memanggil khadamnya lalu memerintahkan agar menyiapkan beras dan daging kerbau untuk dikirim ke rumah ulama yang menyerangnya tadi.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

