Pendaki yang Tersesat, Lupa Jalan Pulang
Penyebab seorang pendaki tersesat seringkali karena lupa jalan, tidak tahu mau kemana
Jika kita melirik tafsir berdimensi mulkiyyah dengan dimensi pengetahuan dan ilmu maka natijah (nilai) Adh-Dhalin adalah Nasrani. Namun jika kita lebih dalam mengupas maknanya berdasarkan tafsir berdimensi hakikat maka orang-orang yang tersesat adalah kita. Astaghfirullah.
Baca juga: IBJ Turun ke Bantar Gebang Distribusikan Paket Sembako
Bukan kah justru yang lupa akan jalan pulang adalah kita? Kita yang sering kali terperdaya oleh dunia, silau oleh harta, gila jabatan, akhirnya buta oleh fatamorgana sampai lupa jalan pulang. Lebih parahnya salah alamat karena dapat alamat palsu.
Kita lah yang sebetulnya tersesat; Aku, Kamu, Kita. Semoga Allah ampuni khilaf kita.
Mari kita “Innalillah”-kan diri! []
Catatan Kaki:
1. Syaikh Muhammad Mahmud Hijazi, Tafsir Al-Wadih, (Kairo: Darul Quds Arobi, 2018), hlm 10.
2. 2. Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Tafsir Al-Jailani, (Suriah: Maktabah Istanbul, 2013), hlm. 38.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

