Pendaki yang Tersesat, Lupa Jalan Pulang

Penyebab seorang pendaki tersesat seringkali karena lupa jalan, tidak tahu mau kemana

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (البقرة : ١٥٦)

“..Sesungguhnya kami milik Allah, dan kami akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 156).

Ekspedisi kita telah jelas rutenya, tinggal kita ikuti petanya. Jelas pula perbekalannya. Allah SWT anugerahkan kita akal, qalbu dan tubuh guna menyelesaikan misi itu. Bahkan tiap waktu Allah Jalla wa ‘Ala senantiasa cukupkan isi perbekalan kita.

Kita kembali ke Adh-Dhalin. Siapakah dia? Selalu kita akan kembalikan ke pertanyaan itu. Siapakah “pendaki” yang tersesat itu?

Dalam Tafsir Al-Wadih, Syaikh Mahmud Hijazi mengatakan:

الضالين: الذين ضلّوا الطريق، وقيل: هم النصارى.

Artinya: “Adh-Dhalin: adalah orang-orang yang lupa jalan, dan dikatakan: mereka adalah Nasrani.” [1]

Namun ada yang unik jika kita membuka tafsir karya seorang wali besar, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani qs. Ia berpendapat:

ولا الضالين: بتغريرات الدنيا الدنية وتسويلات الشياطين عن منهج الحق ومحجة اليقين.

Artinya: “Bukanlah orang-orang yang sesat: disesatkan oleh fatamorgana dunia yang hina dan tipu daya syaithan (agar tersesat) dari jalan kebenaran dan tujuan yang hakiki.” [2]


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi