Nilai Pedagogik dalam Mesin Jahit, Refleksi Zikir Jahar dan Khafi

Metafora mesin jahit mengajarkan keterhubungan zikir jahar dan khafi dalam membentuk kehidupan

Sebagaimana dua benang pada mesin jahit harus berjalan secara beriringan untuk menghasilkan jahitan, demikian pula kehidupan spiritual membutuhkan keterhubungan antara ucapan dan penghayatan, antara lahir dan batin, antara amaliah dan kesadaran. Jahitan yang kuat bukan lahir dari satu benang saja. Ia lahir dari pertemuan dua benang yang bekerja dalam keteraturan. Demikian pula pembentukan manusia yang utuh tidak cukup hanya dengan pengetahuan, ucapan, atau aktivitas lahiriah. Diperlukan pula kedalaman kesadaran batin.

Maka, dari sebuah mesin jahit kita dapat belajar sebuah prinsip kehidupan yang sederhana tetapi mendalam: yang berbeda tidak harus dipisahkan; yang tersembunyi tidak berarti tidak penting; dan sebuah hasil yang utuh sering kali lahir dari dua unsur yang berjalan bersama dalam keseimbangan.

Jika benang atas dan benang bawah menghasilkan jahitan, maka zikir jahar dan zikir khafi diharapkan menghasilkan atsar dalam kehidupan pengamalnya. Dan sebagaimana ditegaskan Al-Qur’an, salah satu buah dari mengingat Allah adalah ketenteraman hati.

Dengan demikian, mesin jahit dapat menjadi sebuah “guru” yang tidak bersuara. Ia mengajarkan tentang kebersamaan, keseimbangan, kesabaran, keteraturan, dan keterpaduan. Dari gerakan jarum dan dua benang, kita belajar bahwa perjalanan spiritual pun membutuhkan kesinambungan antara yang tampak dan yang tersembunyi.

Pada akhirnya, tugas manusia bukan sekadar menjalani kehidupan, tetapi menjahit kehidupan agar menjadi sesuatu yang utuh dan bermakna. Dan salah satu benang yang dapat menjaga jahitan itu tetap kuat adalah kesadaran untuk senantiasa mengingat Allah. Wallhu ‘alam bissohowab. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi