Niat dan Doa Memakai Baju Baru

Ada seseorang yang mendatangi Nabi Saw dengan baju yang lusuh

Dalam Tafsir Al Washit dijelaskan bahwa jika menampakkan atau menyebutkan nikmat itu bertujuan untuk riya’, berbangga diri, sombong atau saling menandingi dengan yang lain, maka Allah akan murka padanya dan akan memberinya siksa yang pedih.

Niat Memakai Baju Baru

Salah satu tradisi bagi sebagian orang saat Idul Fithri ialah memakai baju baru. Tetap bukan berarti asal pakai sembarang tanpa niat. Karena segala sesuatu dinilai berdasarkan niatnya.

Jika merujuk pada kitab An Niyath karya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Umar Alaydrus atau dikenal sebagai Habib Sa’d. Ada beberapa niat dalam memakai baju baru.

Yaitu niat untuk menutup aurat dan menampakkan nikmat Allah Swt seraya memuji dan bersyukur pada-Nya. Niat untuk mengaku kalah, tunduk dan patuh kepada Allah tanpa sombong kepada makhluk-Nya. Memakai baju dengan niat mendapat pakaian yang dipakaikan Allah kepada ahli surga sehingga terdorong untuk melakukan aneka amal saleh yang memantaskan diri sebagai ahli surga.

Ketika memakai baju dianjurkan untuk membaca doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Ya Allah hanya milik-Mu segala pujian. Engkau lah yang memberi pakaian padaku. Aku memohon pada-Mu agar memperoleh kebaikan pakaian ini dan kebaikan dari penggunaanya. Dan aku berlindung pada-Mu dari keburukannya dan keburukan penggunaannya. (HR. Tirmidzi).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi