Nasihat Pangersa Abah Untuk Ikhwan-Akhwat
Kebahagiaan sejati hadir saat hati damai dengan dzikir, bukan dari harta atau jabatan
Tetapi ketika apa yang kita miliki itu tidak ada lagi, kesenangan pun turut menghilang.
Sementara kebahagiaan bersifat abadi, tidak dipengaruhi oleh faktor materi seperti kesenangan.
Menarik apa yang disampaikan oleh Erbe Sentanu, Penulis Buku Bestseller Quantum Ikhlas, Founder Katahati Institute dan Pelopor Industri Kesadaran di Indonesia. Ia mengatakan, “Berhasil merasa bahagia dan ikhlas di hati adalah ukuran puncak prestasi manusia di masa depan.”
Saya teringat, beberapa puluh tahun yang lalu (saya lupa tepatnya tahun berapa), ada orang Amerika datang ke Pondok Pesantren Suryalaya untuk bertemu dengan Pangersa Abah Anom.
Pangersa Abah bertanya, “Apa maksud kedatangan Anda ke Suryalaya?” Orang Amerika itu menjawab singkat, “Saya sedang mencari kebahagiaan?”
Baca juga: Rahasia Dzikir TQN (1/2)
Lalu Abah melanjutkan pertanyaan, “Apakah Anda belum bahagia?” Tamu asing itu menceritakan jika dia tidak kekurangan materi apa pun. Hidupnya mapan, harta berlimpah, punya popularitas. Ketika semua materi berhasil diperoleh dirinya merasakan kehampaan dan tidak menemukan kebahagiaan.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

