Muballigh itu Potret Abah di Lapangan, Jaga Akhlak!

Wakil Talqin bukan sembarang orang, ia penyambung ruhani Mursyid, bukan sekadar juru dakwah

“Tuturkeun jalema-jalema anu tos bisa balik ka Allah Swt. Ikutilah guru yang hatinya sudah kembali ke Allah Swt. Sekarang banyak orang yang belum bisa kepada Allah,” kata Kiai Arief.

Apakah Wakil Talqin belum (kembali kepada Allah)? Wakil Talqin belum bisa, karena itu tugasnya hanya menyampaikan. Amanat Abah kepada saya tahun 1994, “Pak Arief kalau ada yang ingin belajar dzikir talqin atas nama Abah,” sambungnya.

Wakil talqin yang diangkat sejak tahun 1994 ini juga menyatakan, muballigh adalah personifikasi atau potret Abah di lapangan. Jadi jaga akhlakul karimah, jaga akhlak yang baik, jaga akhlak guru, jangan sampai kita menodai guru.

Baca juga: KH. Arief Ichwani: Karena Berkah Pangersa Abah Kita Disatukan di Suryalaya

Di samping itu, seyogyanya muballigh itu tidak hanya menyampaikan ilmu yang sifatnya lahiriah dan dicerna oleh akal, tetapi harus sampai kepada qalbu. Beliau (Abah Anom) pernah menyampaikan ucapan Sayyid Ali bin Abi Thalib kw,

إذا صدر الكلام من الجنان دخل الجنان وإذا صدر الكلام من اللسان دخل الأذان

Apabila suatu ucapan disampaikan dari hati, akan diterima oleh hati. Jika ucapan hanya dari lisan hanya sampai ke pendengaran. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi