Meruntuhkan Berhala Kesombongan di Samudra Taubat
Taubat sejati bukan ritual, tapi nafas yang menghancurkan ego dan menyucikan hati
Kalimat tauhid ini bukan sekadar ucapan, melainkan “pedang” yang digunakan untuk; Meruntuhkan Kesombongan, Menghilangkan perasaan “aku” (keakuan) yang sering muncul setelah beramal; Membakar Dosa, sebagaimana api membakar kayu, dzikir ini membakar karat-karat dosa yang melekat di dinding hati; dan Transformasi Spiritual, Merubah hati yang dipenuhi kotoran menjadi Qolbun Salim (hati yang bersih dan selamat).
Menuju Hati yang Selamat
Pada akhirnya, taubat adalah jembatan menuju ketulusan. Kita bersuci bukan karena kita sudah suci, melainkan karena kita sadar betapa rendahnya kita di hadapan Kebesaran-Nya.
Baca juga: Taubat Sebelum Maksiat
Mari kita jadikan dzikir jahir dan khofi sebagai sarana untuk terus membasuh diri. Jangan biarkan matahari terbenam tanpa lisan dan hati yang memohon ampun. Sebab, hanya dengan meruntuhkan kesombongan di samudra taubatlah, kita bisa berharap untuk dipanggil pulang dalam keadaan hati yang damai dan bersih. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

