Menghadirkan Cinta di Dalam Qalbu
Cinta kepada Allah menggerakkan qalbu untuk dzikir, taat, dan lepas dari ikatan dunia
Dalam HR Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, ”Dunia ini terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya juga terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang alim atau penuntut ilmu syari.”
Para pengamal tarekat memiliki amaliah rutin, yaitu dzikrullah dengan memperbanyak ucapan Lā ilāha illā Allāh. Dalam berbagai keterangan hadits dijelaskan, Lā ilāha illā Allāh adalah kalimat dzikir yang paling utama dari dzikir-dzikir lainnya.
Pada kalimat Lā ilāha illā Allāh mengandung 2 makna, penafian dan pengokohan. Lā ilāha adalah upaya untuk menafikan, menegasikan, menolak, mengingkari, segala sesuatu yang berpotensi menjadi ilah. Sementara illā Allāh adalah pengokohan hanya Dia, Allah SWT yang perlu dicinta, didamba, dipuja, dipentingkan dan disegalakan.
Kalimat dzikir inilah yang menghadirkan cinta di dalam qalbu melalui bimbingan syekh mursyid.
Dalam Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah Pontren Suryalaya ada 2 dzikir yang dilatihkan. Dzikir jahri dan dzikir khafiy. Dzikir ini dipraktikkan setiap selesai ibadah shalat fardhu, minimal sebanyak 165 kali, lebih banyak lebih bagus. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

