Mengenal Octopus, Aplikasi Kelola Sampah Yang Bikin Cuan
Octopus, aplikasi daur ulang bantu atasi sampah plastik & tingkatkan ekonomi
“250 ribu per hari, adalah penghasilan akang pelestari (pengumpul sampah daur ulang), melalui aplikasi digital @octopus.ina. Bahkan ada yang bisa 350 ribu/hari atau hampir 10 juta sebulan,” demikian ungkap Gubernur Jawa Barat melalui akun instagramnya.
Aplikasi digital ini menghubungkan rumah tangga pemilah sampah dengan pelestari yang berujung ke pabrik canggih yang mengolah plastik kembali jadi produk. Melalui aplikasi digital ini rumah tangga dapat uang, pelestari dapat income.
Semua warga bisa berpartisipasi dari tingkat rumah tangga dan akan mendapat poin yang bisa diuangkan atau ditukar dengan pulsa, paket data atau token listrik.
Menurut Kang Emil, Going Digital adalah kebutuhan. Dengan digital, manajemen pilah dan angkut sampah menjadi sangat mudah dan menghidupi banyak pihak.
Mantan wali kota Bandung tersebut menargetkan, bulan ini dimulai di Bandung Raya, selanjutnya dalam 6 bulan total 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat.
Aplikasi ini membantu mencanangkan program “zero plastic waste”. Yaitu agar sampah non-organik tidak sampai ke tempat pembuangan sampah, melalui proses recycle (daur ulang) yang sempurna. Karena sampah yang tidak terdaur ulang dengan baik akan bertumpuk dan menjadi solusi yang dapat merusak bumi. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

