Mengapa Muharram Disebut Lebarannya Anak Yatim?
Al Qur'an memerintahkan agar kita memelihara anak yatim dan melarang untuk menyakitinya
Islam justru memerintahkan kita untuk berlaku lembut dan ramah terhadap anak yatim, bahkan memuliakan dan memelihara mereka. Berlakulah baik kepada anak yatim sebagaimana kamu suka anakmu diperlakukan sepeninggalmu nanti.
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. [Surah Al-An’ām: 152]
Jangan zalimi anak yatim dengan mengambil hak mereka atau menggunakannya secara tidak adil dan sewenang-wenang. Sungguh besar ancaman orang yang memakan harta anak yatim secara zalim.
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). [Surah An-Nisā’: 10]
Baca juga: Alhamdulillah Workshop Hidroponik Berjalan Lancar
Nabi Muhammad Saw memberi kabar gembira bahwa siapa yang memelihara anak yatim akan bersama beliau kelak di surga.
Yang menanggung anak yatim baginya (masih keluarga) atau selainnya (bukan keluarga), maka aku dan dia bagaikan dua jari ini di surga, Malik mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah (HR. Muslim)
Orang yang menanggung atau memelihara anak yatim ialah yang mengurus urusan anal yatim, dari nafkahnya, pakaiannya, pengajaran adab dan pendidikannya dan lain sebagainya.
Keutamaan yang digambarkan Nabi Saw juga termasuk bagi mereka yang memelihara anak yatim baik dengan harta pribadinya atau yang mengurus anak yatim dengan harta si yatim dengan memenuhi kaidah syariat.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

