Mencerdaskan Bangsa Lebih Murah Dari Pada Mengisi Bahan Bakar

Guru Profesional, Upah di Bawah UMR: Ironi Hukum dan Tragedi Kemanusiaan

Bagaimana mungkin guru dituntut mengasah kompetensi pedagogik jika energi mereka habis untuk bertahan hidup (survival)?

Erosi Kualitas Pendidikan

Ketimpangan upah ini menciptakan “seleksi negatif”. Generasi muda terbaik cenderung menghindari profesi guru dan lebih memilih bekerja di sektor industri yang menjamin upah minimum. Akibatnya, kualitas input pendidik kita berada dalam ancaman.

Selain itu, guru yang kekurangan finansial terpaksa mencari pekerjaan sampingan, yang mengakibatkan fokus pada proses belajar-mengajar menjadi terpecah. Upah rendah bukan sekadar masalah perut guru, melainkan sabotase sistemis terhadap masa depan SDM Indonesia.

PPPK Paruh Waktu: Suplemen yang Terlambat dan Tragedi Kemanusiaan

Kebijakan PPPK Paruh Waktu yang digulirkan pemerintah di akhir 2025 seringkali dipandang hanya sebagai “suplemen antibiotik”—sebuah upaya medis dangkal untuk meredam infeksi kegelisahan tanpa menyembuhkan penyakit kronis sistem pengupahan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebijakan ini seringkali datang terlambat, bahkan di saat para pejuang pendidikan sudah berada di penghujung napasnya.

Tragedi yang menimpa H. Edi Zulhairi di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi saksi bisu kegagalan birokrasi ini. Beliau menerima SK dan dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu pada pagi hari, namun hanya berselang hitungan jam setelah mencapai momen yang dinanti selama puluhan tahun tersebut, beliau meninggal dunia pada sore harinya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi