Mankobah Abah Anom: Ia yang digelari SHAHIBULWAFA
Abah Anom ingin amanah dari para murid ayahnya itu tersampaikan langsung kepada ayahnya
Bagaimana Abah Anom menanggapi harapan dari murid-murid Abah Sepuh? Apakah ia lalu memerintahkan para Santri Pontren Suryalaya untuk mengantarkan kiriman-kiriman yang diperuntukkan Abah Sepuh?
Jawabnya, “Tidak!”
Abah Anom membawa kiriman-kiriman yang diperuntukkan Abah Sepuh ke tempat Abah Sepuh mengungsi, ke Ciawi. Abah Anom membawanya dengan berjalan kaki sekitar 15 km menelusuri jalan-jalan setapak melalui hutan, ngarai, pesawahan dan ladang. Abah Anom ingin amanah dari para murid ayahnya itu tersampaikan langsung kepada ayahnya, oleh dirinya, bukan melalui siapapun.
Abah Sepuh yang melihat Putranya rela bersusah payah melalui perjalanan yang tidak mudah untuk menyampaikan amanah dari para murid yang rindu, kemudian memberi gelar “Shahibul Wafa” (Shahib = Sahabat, Kawan; Al Wafa = Penyambung/Penyempurna Janji/Amanah). []
Catatan: Diolah dari beberapa obrolan dengan narasumber;
1. Alm. KH Mustopha, Eureun Sono, Kirisik, Sumedang
2. KH Umar Darowi di Dusun Godebag dari Alm Abah Faqih
3. Alm. Wiranta.
oleh: Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

