Manaqib Suryalaya, Kiai Beben Bahas Dua Dimensi Hadapi Kehidupan
Melaksanakan maqam asbab (sebab akibat) yaitu dengan ikhtiar dan syariah
Kiai asal Tasikmalaya ini mengatakan bahwa apa yang di langit dan di bumi itu semuanya bertasbih menyucikan Allah Swt, termasuk virus.
Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (Al-Isra’: 44).
Baca juga: Ajengan Beben: Dzikir Adalah Nikmat yang Paling Istimewa
“Sikapi wabah ini dengan perspektif iman, islam dan ihsan,” tutur cucu dari Syekh Abdul Muhyi Pamijahan tersebut.
Melaksanakan maqam asbab (sebab akibat) yaitu dengan ikhtiar dan syariah melalui penerapan protokol kesehatan.
“Dan sekarang, manaqiban di tempat yang mulia ini juga dibuka secara virtual. Yang insyaAllah di seluruh penjuru, di dalam maupun luar negeri sama-sama sedang melakukan manaqiban. Manaqib Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al Jilani yang bertempat di Mursyid fi hadza az zaman, Syeikhuna wa Mursyiduna Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin Pondok Pesantren Suryalaya,” ujarnya.
Dengan mengikuti manaqib, Kiai Beben berharap semuanya mendapat limpah berkah dari Allah Swt.
“Yang jauh nun di sana, di belahan dunia insyaAllah tetap bergabung dan bersambung. Karena ruh keikhlasan, esensi ketauhidan tidak tertutup oleh ruang dan waktu,” imbuhnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

