Makna Keberkahan Sahur dan Kebahagiaan Berbuka Puasa

Adapun kebahagiaan yang kedua ialah saat bertemu Allah Swt. Dan sejatinya tidak ada nikmat di akhirat yang ditunggu-tunggu seorang muslim melainkan bertemu kekasih yang dicintai-Nya. Bahkan kebahagiaan ini tak ternilai jika dibandingkan dengan surga yang merupakan ciptaan-Nya.

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang Tuhannya. (Surah Al-Qiyamah: 22-23).

Kebahagiaan ini dipahami sebagai kesenangan yang muncul karena mengetahui puasanya diterima oleh Allah Swt dan ia mendapatkan ganjaran di akhirat yang berlimpah dari-Nya. Inilah kebahagiaan yang hakiki di akhirat nanti. Kebahagiaan jenis ini boleh dikatakan lebih bersifat ruhani.

Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs dalam kitab Sirrul Asrar menyebut kebahagiaan yang pertama disebabkan karena berhasil menahan dari makan, minum dan jima’ di siang hari sehingga dia bisa berbuka (ifthar).

Sedangkan kebahagiaan yang kedua karena berhasil mengontrol seluruh anggota tubuh dan qalbunya dari apa-apa yang diharamkan, dari aneka larangan, serta dari hal-hal yang tercela secara lahir batin. Hal tercela itu contohnya ujub (berbangga diri), sombong, pelit dan lain sebagainya. Sehingga dia bisa berbuka (ifthar) menikmati aneka kenikmatan surga dan bertemu Allah Swt.

Lalu mengapa ganjaran orang yang berpuasa demikian besar di akhirat nanti? Itu semua lantaran kesabaran mereka di dunia. Sabar dengan menahan diri dari yang membatalkan puasa serta sabar dari melakukan yang diharamkan Allah Swt.

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ

Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (Az-Zumar: 10).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi