Kiai Wahfi Bedah Manqabah Syekh Abdul Qadir
Beliau melakukan perjalanan jauh, menempuh aneka macam resiko, salah satunya perampokan
Wakil Talqin Abah Anom tersebut kemudian membaca ayat Al Qur’an surah Ali Imran ayat 185.
“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. Kehidupan dunia adalah kenikmatan yang menenggelamkan, kenikmatan yang menghanyutkan. Hati-hati dengan dalih sudah banyak berdzikir, yang diperoleh adalah ketentraman dan dengan ketentraman lalu tidak mau lagi belajar,” imbuhnya.
Kiai Wahfi kemudian mengajak untuk bercermin pada sejarah. Pada tahun 1945 baik penjajah Belanda maupun penjajah Jepang karena situasi global waktu itu sudah harus memerdekakan negara-negara jajahannya.
Maka baik Belanda maupun Jepang memberikan tawaran kepada Indonesia untuk merdeka. Indonesia kemudia bersiap-siap dan dibentuklah BPUPKI. Dalam BPUPKI itu berkumpullah ulama-ulama Islam dan juga tokoh-tokoh dari kelompok lain.
Baca juga: Kiai Wahfiudin: Kita Penuhi Langit Negeri Ini Dengan Dzikrullah
“BPUPKI melakukan persidangan, dan salah satu yang dibahas dalam sidang itu adalah negara Indonesia yang akan kita dirikan nanti dasarnya apa? Maka terjadilah perdebatan, dari perdebatan tingkat ideologis, politik, hukum dan negara, hak asasi manusia dan lain-lain,” cerita Mantan Mudir Aam JATMAN tersebut.
Yang menarik, kata Kiai Wahfi adalah para ulama yang menjadi anggota BPUPKI itu terlibat membincangkan negara, sampai kemudian tersusunlah naskah UUD 1945 dan menjadi Undang Undang Dasar 1945.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

