Kiai Arief Ichwani Bicara Taqwa, Mahabbah dan Visioner

Takwa, cinta pada pekerjaan, dan visi jadi kunci kerja bernilai ibadah dan penuh keberkahan

Keempat, selalu menyukai segala sesuatu oleh yang dicintai. Kiai Arief mencontohkan, jika perusahaan menyukai kemajuan, maka yang bekerja di dalamnya juga demikian. Bukan sebaliknya apalagi menghujat perusahaan tersebut.

Kelima, mendahulukan kepentingan yang dicintai dan rela berkorban. Jadi orang yang mencintai tidak memposisikan diri sebagai korban. Tapi berkorban demi kemajuan yang dicintai.

Baca juga: Bukan Fatalis Islam Dorong Umatnya Bekerja dan Berkarya

Keenam, sanggup menghambakan diri. Menghambakan diri di sini dalam konteks mau berkhidmah secara optimal. Sebagaimana disebutkan;

من أحب شيئا فهو عبده

Siapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan menjadi hambanya.

Yang kedua dibahas oleh Dosen UIN Bandung tersebut ialah surah Al Hasyr: 18.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Al-Hasyr: 18).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi