Kenapa dalam Tarekat Banyak Dzikir?
Setiap perintah Allah yang terdapat dalam al Qur’an ada batasan, syarat, dan ujung pangkalnya
Setiap perintah Allah yang terdapat dalam al Qur’an ada batasan, syarat, dan ujung pangkalnya, tapi tidak untuk dzikir. Ibnu Abbas berkata bahwa Allah tidak mewajibkan sesuatu kecuali ada batas ketentuannya, serta memaafkan hambanya ketika dalam keadaan udzur, selain dzikir. Karena sesungguhnya Allah tidak menjadikan batas pangkal akhir bagi dzikir dan tidak menerima alasan bagi seseorang yang meninggalkan dzikir, kecuali orang yang terkalahkan sehingga meninggalkan dzikir. Ibnu Abbas lantas mengutip ayat,
ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. (An Nisa: 103).
Yakni berdzkir siang dan malam, di darat dan lautan, saat hadir atau bepergian, ketika kaya atau pun faqir, saat sakit maupun sehat, ketika sendirian dan di tempat terbuka (terang-terangan), serta dalam setiap keadaan.
Baca juga: Benarkah Gerakan dalam Dzikir Terlarang? Ini Dalilnya!
Abi S’aid al Khudri meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda,
Perbanyaklah dzikrullah sampai mereka berkata: orang gila (HR. Ahmad).
Dalam hadis yang lain, Ibnu Abbas meriwayatkan, bahwa Nabi Saw bersabda,
Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya hingga orang munafik berkata: orang ini riya’ (ingin dilihat).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

