Kekayaan Jiwa Yang Diajarkan Rasulullah Saw

Allah Swt di dalam Al Qur'an diperkenalkan sebagai Khairurraziqin (Pemberi Rezeki Terbaik)

Rasulullah bertanya padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah kamu berpandangan bahwa banyaknya harta adalah kekayaan ?”. Aku menjawab: iya. Nabi melanjutkan: “apakah kamu berpendapat sedikitnya harta itu adalah kefakiran?”. Aku pun menjawab: iya. Beliau bersabda: “Sungguh kekayaan itu ialah kayanya qalbu, dan fakir itu adalah fakirnya qalbu.” (HR. Ibnu Hibban)

Baca juga: Abah Anom, Nabi Hadir di Tempat Yang Dibacakan Shalawat

Realitas kekayaan bukanlah banyaknya harta benda, karena banyak dari mereka yang Allah luaskan hartanya tapi tidak merasa puas dan rela dengan apa yang diberikan, sehingga dia berusaha menambahnya dan tidak peduli dari mana ia mendapatkannya, dia seolah-olah fakir dengan keinginannya yang luar biasa itu.

Ini juga berarti, kefakiran ialah ketamakan yang berada dalam jiwa seseorang (yang sedikit atau banyak hartanya), sehingga berbuat hal yang memalukan dan melanggar syariat untuk terus menambah hartanya. Adapun kekayaan ialah senantiasa ridha dan puas dengan keputusan dan pemberian Allah Swt serta giat memperoleh harta secara halal untuk dibelanjakan sesuai tuntunan Islam.

Kekayaan jiwa diperoleh dengan kayanya qalbu, yakni dengan hanya merasa butuh kepada Allah Swt dalam segala urusannya. Ia sampai pada hakikat dan terasa nyata bahwa Allah Yang Maha Memberi dan Maha Menolak. Orang yang qalbunya kaya ini ridha dengan segala ketentuan-Nya. Dia bersyukur kepada Allah Swt atas segala nikmat-Nya. Dari perasaan butuhnya qalbu kepada Allah muncul kekayaan jiwa yakni tidak butuh kepada selain-Nya.

Kekayaan jiwa muncul lantara ridha dengan ketetapan Allah Swt dan tunduk dengan perintah-Nya, serta menyadari bahwa yang di sisi Allah lah itu yang baik dan abadi.

Baca juga: Urgensi Meluruskan Aqidah Dalam Bertasawuf

Kekayaan jiwa ialah memperoleh kesempurnaan ilmu dan amal. Siapa yang menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan harta karena takut miskin, maka dialah orang miskin, dia tidak bertambah hartanya kecuali hanya bertambah miskin.

Maka sebaiknya gunakan waktumu dalam mental kekayaan sejati (Al Ghina Al Hakiky) untuk memperoleh secara optimal serta mensyukuri anugerah Allah Swt berupa ilmu dan amal. Karena di antara rezeki terbesar itu ialah taufik untuk melakukan ketaatan.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi