Kaum Sufi Mewarisi Batiniah Nabi

Ada saja yang masih mengingkari tasawuf, mulai dari menuduhnya sebagai penyusup dalam Islam, pelakunya dianggap ahli bid’ah dan khurafat, sempalan dari agama lain dan tuduhan lain yang tidak masuk akal.

Padahal tasawuf bukanlah sesuatu yang baru, tapi itu diambil dari sirah Nabi Muhammad Saw dan kehidupan para sahabatnya. Singkatnya tasawuf adalah bagaimana penerapan praktis Islam yang diwariskan oleh Rasulullah Saw ke generasi selanjutnya hingga hari ini.

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar atau pun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti ia telah mendapatkan bagian yang banyak. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Syekh Zarruq berkata para ulama mewarisi dari Nabi Saw berupa perkatan-perkataannya (aqwal), para ahli ibadah mewarisi dari Nabi Saw perbuatan-perbuatannya (af’al), sedangkan para sufi mewarisi keseluruhannya ditambah akhlak yang indah.

Yang berilmu (alim) berdasarkan ayat;

وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا

dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (Ta-Ha: 114).

Yang ahli ibadah berdasarkan ibadah nabi Muhammad Saw hingga bengkak kedua kakinya. Sedangkan posisi Sufi berdasarkan ayat yang menyatakan;

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ

Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (Al-Qalam: 4).

Sederhananya, ahli dzahir yakni ahli syariat mewarisi dari Nabi Muhammad Saw lahiriahnya, ahli batin yaitu ahli hakikat mewarisi dari beliau batiniahnya. Imam Syihabuddin as Suhrawardi berkata:

الصوفية أحيوا سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم لأنهم وفقوا في بدايتهم لرعاية أقواله، وفي وسط حالهم اقتدوا بأعماله، فأثمر لهم ذلك أن تحققوا في نهاياتهم بأخلاقه، وتحسين الأخلاق لا يتأتى إلا بعد تزكية النفس، وطريق التزكية بالإذعان لسياسة الشرع

Kaum Sufi menghidupkan kembali sunnah Rasulullah Saw, karena mereka pada awalnya berhasil menjaga ucapannya, dan ditengahnya meneladani perbuatan beliau dan pada akhirnya mampu merealisasikan akhlaknya. Perbaikan akhlak hanya dapat dilakukan setelah penyucian jiwa, dan jalan penyucian adalah dengan tunduk pada kebijakan syariat.

Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya mengatakan bahwa ilmu ini –yakni tasawuf– merupakan salah satu ilmu syariat yang ada dalam agama. Asal usul ilmu ini adalah cara kaum salaf dari generasi sahabat dan tabi’in serta generasi setelahnya dalam menempuh jalan kebenaran dan hidayah.

#sufi #tasawuf #ibnukhaldun


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi