Istiqamah Terhadap Kemursyidan (Bagian 1)
KH. Shohibulwafa Tajul Arifin, mursyid TQN yang membimbing murid wushul pada Allah
Seratus enam tahun yang lalu tepatnya 1 Januari 1915 telah lahir seorang insan pilihan Allah Swt yang mampu membimbing dan mengarahkan jutaan ruh manusia untuk bisa wushul kepada Allah Swt.
Beliaulah Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra, seorang ulama, waliyullah, mursyid kamil mukkamil TQN Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat.
Sebagai mursyid, beliau memiliki kedudukan yang penting dalam TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Sebagai pewaris nabi, beliau memiliki tugas penting sebagaimana pentingnya tugas rasul.
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata (QS. Al-Jumu’ah: 2).
Baca juga: Terkait Mursyid Selain Abah Anom LDTQN Tegaskan Bukan Bagian dari Pontren Suryalaya
Masalah kemursyidan sangat urgen dan strategis dalam sebuah tarekat. Karena seorang mursyid adalah sarana untuk wushul menuju Allah. Dalam dalam Futuh Al-Ghaib (hlm. 79), Syekh Abdul Qodir Jaelani qs menulis judul tentang cara wushul kepada Allah dengan sarana Mursyid (fi kaifiyati al-wushul ila Allahi bi wasithati al-Mursyid).
Tidak saja mengawasi kehidupan lahiriyah sehari-hari muridnya supaya tidak menyimpang dari ajaran Islam dan terjerumus dalam kemaksiatan, beliau juga berperan sebagai pembimbing dan pemimpin kerohanian bagi para muridnya agar wushul kepada Allah Swt.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

