Ini Wejangan Pangersa Abah Anom di Bulan Syawal
Tidak lengah dan abai apalagi kembali terperdaya oleh jerat setan dan terbujuk hawa nafsu
Itu sebabnya hari idul fitri tidak dikenal sebagai hari kemenangan, sebab kemenangan bisa membuat orang menjadi lengah, karena setan dan hawa nafsu adalah musuh yang harus dihadapi manusia hingga akhir hayatnya.
Kesucian yang dijaga menurut Pangersa Abah Anom, ialah kesucian dari dua jenis kotoran, yakni kotoran lahir dan kotoran batin. Artinya, kebersihan dan kesucian diri adalah ketika bersih dari kotoran lahir maupun batin.
Kebersihan secara lahiriah termasuk menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan serta bersih dari kotoran dosa-dosa yang dilakukan secara lahiriah. Adapun kebersihan dari kotoran batin tentunya bersih dari aneka kotoran qalbu dan penyakitnya serta dosa-dosa batin yang tidak nampak secara kasat mata. Hal ini selaras dengan firman Allah Swt,
Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. [Surah Al-Anʿām: 120]
Aneka kotoran itu -baik lahir maupun batin-, menurut Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya erat kaitannya dengan kebahagiaan seseorang. “Karena jika sudah mulai ada kotoran, maka kotoran itu akan menghalangi tercapainya kebahagiaan kita,” ungkap beliau.
Syekh Mursyid penyusun Kitab Miftahus Shudur ini juga memberi salah satu contoh upaya untuk membersihkan diri dari kotoran itu, yakni dengan cara menjaga shalat di awal waktu terutama dengan berjamaah. Shalat adalah kewajiban amaliah yang memiliki fungsi mencegah diri dari perbuatan dosa yang menyebabkan kekotoran jiwa. Selain itu, shalat juga menjadi pembersih dan penyebab dosa diampuni, terlebih lagi shalat secara berjamaah.
dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuautan) keji dan mungkar. [Surah Al-ʿAnkabūt: 45]
Siapa yang memelihara shalat lima waktu, rukuk dan sujudnya, wudhu dan waktu-waktunya, dan menyadari bahwa itu semua hak dari Allah, dia masuk surga, atau beliau bersabda: wajib baginya surga. (HR. Ahmad)
Maukah kamu aku tunjukkan amalan yang dengannya membuat Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat? Mereka menjawab: Ya, tentu saja wahai Rasulullah. Nabi Saw bersabda: menyempurnakan wudhu pada situasi sulit dan tidak menyenangkan, banyak melangkah ke masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka yang demikian itu adalah tambatan (ribath). (HR. Muslim dan Tirmidzi)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

