Ini Perbedaan Karamah dan Istidraj
Syekh Abdul Qadir Isa menjelaskan perbedaan antar keduanya dalam kitabnya
Syekh Abdul Qadir Isa lalu menjabarkan bagaimana ciri orang yang mendapat istidraj.
Baca juga: Apa Ciri Wali Allah Yang Paling Mudah Untuk Dikenali
Sedangkan pemilik istidraj, dia sangat bahagia dengan sesuatu (kejadian luar biasa) yang muncul pada dirinya. Dia menyangka bahwa dia mendapatkan karamah karena dia berhak memilikinya. Pada saat itu, dia meremehkan orang lain, menjadi sombong, dan dia merasa aman dari tipu daya Allah dan hukuman-Nya, dan tidak takut pada kesudahan yang buruk. Jika salah satu dari hal-hal ini terjadi pada pemilik karamah, maka itu menunjukkan bahwa apa yang dialaminya adalah istidraj bukan karamah.
Para pemuka sufi menyatakan bahwa keterputusan dari hadirat Allah Swt kebanyakan terjadi pada maqam karamah. Maka pasti kita melihat para pemuka sufi itu takut kepada karamah sebagaimana takut kepada aneka bala’.
Baca juga: Hati-hati Karamah Palsu
Maka ketika kita melihat seseorang mampu mendatangkan suatu hal yang luar biasa, kita tidak bisa menilainya sebagai tanda kewalian. Kita juga tidak mungkin menganggap pekerjaannya itu sebagai karamah, sampai kita melihat akhlaknya dan sejauh mana dia berpegang teguh pada syariat Allah.
Abu Yazid rahimahullah berkata: jika seseorang melapangkan sajadahnya di atas air, atau dia duduk bersila di udara, maka jangan kamu tertipu olehnya, sampai kamu melihat bagaimana dia melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

