Ibadah Harus Didasari Rasa Syukur
Manusia diwajibkan untuk beribadah sesuai dengan kemampuannya
Pengersa Abah Anom mengingatkan bahwa sehebat apapun ibadah yang kita lakukan tidak sebanding dengan aneka nikmat yang Allah telah anugerahkan kepada kita. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Surah An-Nahl: 18.
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Baca juga: Riwayat Abah Sepuh Dengan Murid-muridnya
Seandainya kita menghitung semua nikmat Allah Swt yang hadir dalam diri kita atau untuk diri kita pasti kita tidak sanggup untuk menghitung nikmat yang banyak dengan segala jenis dan bentuknya. Maka kita hanya mampu bersyukur sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan kita. Maka kita dituntut dan wajar untuk ikhlas hanya beribadah kepada-Nya.
Dalam ayat tersebut Allah Swt memperkenalkan dirinya sebagai Maha Pengampun dan Maha Pengasih. Karena beliau mengampuni keterbatasan hamba-Nya dalam mensyukuri nikmat-Nya. Karena jika manusia dituntut untuk mensyukuri aneka nikmat dari-Nya, manusia amat lemah dan pasti tidak mampu untuk melaksanakannya. Dan Allah Swt Maha Penyayang karena tidak menyiksa hamba yang lalai dan terbatas dalam bersyukur, bahkan memberi balasan atas kelemahan dan keterbatasan manusia dalam bersyukur pada-Nya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

