Haul Gus Dur di Kalsel: Merawat Tradisi Merajut Hati
Guru bangsa, kyai, sekaligus pahlawan bagi banyak kalangan di negeri ini
Turut hadir juga perwakilan dari umat Katolik, Protestan, Budha dan komunitas waria. Dari NU sendiri diwakili oleh Ketua PWNU Kalsel KH. Syarbani Haira dan sejumlah pengurus, puluhan aktivis, mahasiswa dan anak muda NU se-Kalsel.
Kesan mendalam disampaikan perwakilan umat Budha. “Gus Dur adalah sosok dengan spiritualitas yang tinggi. Beliau hidup tidak sekedar hidup. Hidupnya didedikasikan untuk memberi manfaat besar kepada bangsanya. Itulah kenapa hingga saat ini beliau masih terasa kehadirannya, meskipun ruhnya sudah terpisah dari jasad.” ujar Bikku Saddaviro.
Menurut Bikku Saddaviro, orang yang hidup sekedar hidup tanpa memberikan manfaat, saat masih hidupnya saja sudah dilupakan banyak orang. “Yang membuat Gus Dur itu istimewa,” tuturnya lagi, “beliau tidak hanya mengerti dan memahami agamanya, tapi juga mengerti dan memahami agama yang dianut orang lain. Itulah yang mendasari sikap dan kiprah beliau.”
Acara diakhiri dengan peresmian Gusdur Corner oleh ketua PWNU dan para tokoh lintas agama tersebut. Dalam kesempatan itu, Dr. Ahmad Syaikhu, pengurus PWNU menyerahkan 300 eksemplar buku untuk Gusdur Corner, yang secara simbolis diterima oleh Siti Tarawiyah, koordinator Gusdurian Kalsel. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

