Hari Santri 2025, Meneladani Abah Anom, Santri Sepanjang Hayat

Santri sejati adalah berilmu, berdzikir, berakhlak, dan mengabdi untuk agama dan bangsa

Baru saja kita memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan tema, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” — hari yang mengingatkan kita pada peran besar para santri dalam menjaga agama dan bangsa.

Kata santri sendiri memiliki makna yang sangat dalam. Sebagian para ahli berpendapat, kata santri berasal dari bahasa Sanskerta shastri, yang berarti orang yang belajar kitab suci; ada pula yang menurunkannya dari kata cantrik, murid yang setia mengikuti guru untuk menimba ilmu.

Maka, santri bukan hanya mereka yang tinggal di pesantren, tetapi siapa saja yang terus belajar, berakhlak, dan berkhidmah kepada Allah.

Baca juga: Tanbih Abah Sepuh, Warisan Akhlak Bagi Guru Sepanjang Zaman

Santri sejati adalah mereka yang tekun menuntut ilmu, menjaga akhlak, memperbanyak dzikir, dan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan umat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi