Fiqih dan Tasawuf Seperti Jasad dan Ruh

Tasawuf digambarkan dan ditafsirkan dengan berbagai bentuknya

Dan tidak ada tasawuf dan atau pun fiqih tanpa adanya iman. Karena tidak sah salah satu dari keduanya tanpa iman. Maka dalam menjalankan syariat, kesemuanya (iman, tasawuf dan fiqih) saling terkait satu sama lain. Seperti menetapnya ruh pada jasad. Manusia disebut wujudnya ada ketika ruh ada di dalamnya, dan tidak sempurna tanpanya.

Seperti ucapan Imam Malik yang mengatakan,

من تصوف ولم يتفقه فقد تزندق ومن تفقه ولم يتصوف فقد تفسق ومن جمع بينهما فقد تحقق

Siapa yang bertasawuf tanpa fiqih sungguh dia melakukan kezindiqan, dan siapa yang berfiqih tanpa tasawuf sungguh dia melakukan kefasikan. Dan siapa yang menggabung keduanya dia telah benar dan memenuhi hakikat.

Baca juga: Ketika Nabi Lebih Memilih Majelis Ilmu

Dia menjadi zindiq karena menafikan hikmah dan mengabaikan hukum. Sedangkan dia menjadi fasik lantaran amalannya itu kosong dari shidqut tawajjuh yang bisa menghalanginya dari maksiat dan tidak ada keikhlasan dalam beramal yang menjadi syarat dalam beribadah pada Allah Swt. Adapun dia mencapai hakikat karena telah melaksanakan dengan sebenarnya dalam berpegang teguh pada Al Haq.

Dari sini Imam Syafi’i berkata,

فقيها وصوفيا فكن ليس واحدا

Jadilah faqih nan sufi, jangan kamu hanya jadi salah satunya. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi