Dukung Perjuangan Palestina, Tanggung Jawab Kemanusiaan
Forum diskusi bertajuk “Peran Kita dalam Mendukung Palestina” pada Sabtu, 1 Juni 2024
Dari kaca mata seorang feminis dan aktivis sosial, Kalis Mardiasih, menyoroti pentingnya penerjemahan dan penyebaran informasi mengenai Palestina. “Gerakan perempuan sangat berperan dalam penerjemahan untuk Palestina. Sayangnya, isu ini masih terkesan elit karena masalah bahasa dan latar belakang pendidikan. Sebelum 1948, kelas pekerja aktif membela Palestina, dan gerakan perempuan kini sangat besar karena serangan terhadap tubuh adalah masalah semua orang,” ujarnya.
Kalis menekankan pentingnya reproduksi pengetahuan dan penyebaran informasi dari sumber yang tidak bias untuk melibatkan lebih banyak orang. “Optimisnya, generasi muda di media sosial seperti Twitter semakin terlibat dalam isu ini. Saya juga berharap partisipasi pihak-pihak yang punya akses lebih seperti penerbit besar, gerakan pendidikan, dan komunitas literasi,” tambahnya.
Fenomena boikot menjadi sorotan Adrian Perkasa. Menurutnya, boikot di Eropa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Palestina ternyata cukup efektif dan berdampak negatif pada beberapa perniagaan yang diduga mendukung Israel.
Baca juga: Indonesia Desak PBB Akhiri Kekerasan di Palestina
“Boikot di Belanda dan negara Eropa lainnya berdampak signifikan terhadap toko-toko ritel yang mendukung Israel. Pada musim panas nanti, saya sebagai koordinator konferensi Asian studies terbesar di Leiden, akan membuka Late Breaking Proposal sebagai upaya mengangkat isu konflik Israel-Palestina, yang mendapat sambutan hangat dari banyak pakar, terutama dari Timur Tengah. Kita harus terus menyuarakan isu Palestina,” ujarnya.
Adrian juga menekankan bahwa Palestina adalah bagian dari Asia Barat, sehingga penting bagi akademisi di Barat untuk tidak memisahkan isu ini dari konteks Asia. “Ambil peran dalam boikot dan terus suarakan isu Palestina untuk menghentikan perang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, M. Quraish Shihab, pendiri Pusat Studi Al-Qur’an, memberikan refleksi mendalam tentang makna dukungan terhadap Palestina. Ulama terkemuka Indonesia ini menegaskan, konflik Palestina-Israel ini jelas bukan konflik agama, dan apabila penindasan terhadap Palestina itu berlanjut, tidak hanya akan membahayakan bangsa Palestina, tapi juga merupakan ancaman serius bagi kemanusiaan, kebebasan, dan kemerdekaan banyak bangsa di dunia ini.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

